Dana APD Untuk Pilkada 2020 Dirincikan Oleh Pihak KPU

Dana APD Untuk Pilkada 2020 Dirincikan Oleh Pihak KPU

Dana APD Untuk Pilkada 2020 Dirincikan Oleh Pihak KPU – Setelah melewati masa pilkada tahun 2020 ini, komisi pemilihan umum (KPU) kemudian merincikan total biaya untuk APD ketika digelarnya Pilkada di seluruh Indonesia ini yang menandai sebuah Perubahan Politik Indonesia.

Hal itu pun diprediksi mencapai total  586.6 miliar rupiah untuk mempersiapkan semua APD bagi para masyarakat Indonesia yang akan menjalani kegiatan Pemilu serentak ini.

Berbagai Rincian Dana APD Untuk Pilkada 2020 se Indonesia

Dana APD Untuk Pilkada 2020 Dirincikan Oleh Pihak KPU

KPU juga memberikan informasi tentang detail pengeluaran tersebut adalah untuk membeli semua perlengkapan ketika Pilkada 2020 Indonesia ini. Itu semua seperti masker, alat pengukur suhu sampai dengan baju hazmat yang dipakai oleh Staff KPU dan staff yang bertugas menjaga kegiatan Pemilihan Umum tersebut.

Menurut Ketua KPU Arief Budiman pun juga merincikan itu diantaranya terdiri atas:

  • 900.051 kotak  masker dengan total Rp 145,2 miliar
  • 300.017 unit alat pengukur suhu (thermo gun) dengan nilai Rp 144,6 miliar
  • 300 ribu baju hazmat senilai Rp 30,2 miliar
  • 600 ribu botol disenfektan dengan total Rp 41,5 miliar
  • 600 ribu botol sabun cair dengan nilai Rp Rp 10,9 miliar
  • 2,7 juta unit face shield dengan nilai Rp 25,8 miliar
  • 300 ribu kotak sarung tangan latex untuk KPPS nilai Rp 25,8 miliar
  • 300 ribu alat semprot dengan total nilai Rp 25,9 miliar
  • 600 ribu tempat air berkeran total Rp 58,2 miliar.
  • 3 juta kotak sarung tangan plastik untuk pemilu Rp 41,8 miliar.
  • 300 ribu lembar plastik dengan total Rp 4,2 miliar
  • 900 ribu kotak tisu dengan nilai mencapai Rp 15,6 miliar
  • 600 ribu botol hand sanitizer dengan nilai Rp 13,2 miliar

Dana APD Untuk Pilkada 2020 Dirincikan Oleh Pihak KPU

Untuk semua perlengkapan APD ini pun sangatlah cocok dan terbilang sukses dengan pengadaan pemilu pada saat ini dikarenakan berada pada masa masa pandemi Covid19.  Dan diungkapkan kembali ketika pencoblosan calon kepala daerah pun dilakukan dengan baik dan tanpa adanya keributan ataupun hal hal lainnya.

Memang sebelum digelarnya Pilkada Serentak 2020 ini semua pihak pun beranggapan untuk tak akan mengelar pilkada serentak pada akhir tahun 2020 ini. Namun semuanya pun berubah dikarenakan sikap Pemerintah Indonesia yang sangat yakin dengan kepatuhan dan kepedulian masyarakat Indonesia dalam hal pemilihan umum yang sangat penting untuk setiap daerah.

Semua itu juga dibuktikan dengan selesainya pilkada yang digelar serentak di Semua daerah di Indonesia tanpa terkecuali. Adapun pelantikan kepala daerah yang baru akan baru digelar pada awal tahun 2021 tepatnya di bulan Januari – Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post