Perkembangan Politik di Negara Thailand Memburuk

Perkembangan Politik di Negara Thailand Memburuk

Perkembangan Politik di Negara Thailand Memburuk – Untuk saat ini kondisi politik di Negara Gajah Putih Thailand ini sangatlah parah semenjak terdapat sejumlah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para masyarakat disebabkan situasi politik yang tak menentu.

Disamping itu kerugian lain adalah ditariknya berbagai dana dari investor asing kepada Thailand disebabkan hal tersebut dengan total mencapa $ 9.07 milliar dengan total Rp 133 Triliun rupiah. Angka tersebut pun melewati situasi untuk rekor capital Outflow yang pernah terjadi sebelumnya di Thailand di tahun 2018.

Penarikan Diri Para Investor Luar Negeri Sebagai Dampak Perkembangan Politik di Negara Thailand Terkini

Perkembangan Politik di Negara Thailand Memburuk Untuk sejumlah kegiatan penarikan modal ini pun dikarenakan ditetapkannya kondisi darurat nasional yang dilakukan oleh PM Thailand Prayuth Chan Ocha dikarenakan terdesak akibat aksi dari unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat Thailand atas pemerintahan Gajah Putih yang hanya bersifat Monarki dan Tak mendukung Demoktrasi bagi rakyatnya,

Ikutin dan baca juga artikel selanjutnya mengenai sistem pemerintahan politik korea selatan

Adapaun salah satu faktor pendukung penyebabnya kekacauan politik tersebut adalah dikarenakan pandemi virus corona yang semakin mematikan 2 sektor utama Negara Thailand pada saat itu, yakni pariwisata dan juga perdagangan. Kedua hal itulah kemudian menyebabkan banyak demonstrasi kemudian digencarkan pada pagar batas polisi di kantor pemerintahan PM Thailand.

Perkembangan Politik di Negara Thailand Memburuk

Semua itu pun kemudian menyesakkan para investor pada dunia pasar saham Thailand yang menarik dirinya untuk segala objek para investor pada saat ini. Ucap seorang chief Investment Officer Talis Asset Management Co bernama Prapas Tonpibulsak yang kemudian menimbulkan perekonomian di Thailand yang cukup parah sepanjang akhir 2020 sampai awal tahun 2021.

Sesuai data dari Blomberg sepanjang tahun 2020 yang lalu saja hanya diterima beberapa kunjungan dari wisatawan dengan total hanya kecil dan kemudian mengakibabkan beban bruto Thailand mencapai sepertima dari PDB Negara Thailand sendiri.

Itu pun mengakibatkan protes terhadap pemerintahan Thailand yang tak kunjung melakukan usaha apapun untuk menjaga PDB secara seimbang ataupun menuju normal kembali.

Related Post