Perang di negara Afghanistan seolah-seolah tidak ada habisnya, sejak abad ke-20 sering terjadi keributan yang menyita perhatian berita dunia. Mulai dari perang Anglo-Afgan, dan selalu berujung karena peralihan kekuasaan pemerintahan Afghanistan.

Dan sekarang kericuhan dipicu lagi karena peralihan kekuasaan pemerintahan Afghanistan ke Taliban. Kalangan fundamentalis menganggap sistem pemerintah dan pertahanan militer Afghanistan lemah dari Daftar Slot Online Terpercaya. Sehingga Taliban bertarung untuk mengambil hak kekuasaan pemerintahan Afghanistan.

Sejak perkembangan perang di Afghanistan ini terus berkembang, kriminal lainnya seperti perdagangan manusia, jual beli senjata ilegal yang bebas, obat terlarang, bahkan sampai bebasnya permainan judi joker123 gaming terus marak hingga sekarang.

Sejarah Perang Konflik Afghanistan Dan Taliban

Fakta Yang Harus Anda Ketahui Seputar Perang Afghanistan

Amerika Serikat menginvasi Afghanistan sejak 20 tahun terakhir

Peristiwa yang tidak bisa dilupakan Amerikan pada tanggal 11 september 2001. Dimana serangan teror di AS menewaskan hampir 3.000 jiwa setelah beberapa pesawat yang dibajak menabrak gedung World Trade Center di New York dan Pentagon di Arlington County, Virginia.

Fakta Perang Afghanistan

Pemerintah Amerika langsung menyatakan Osama bin Laden yang merupakan peminpin teroris al-Qaeda untuk bertanggungjawab. Namun Taliban yang merupakan kelompok islam dan sedang menguasai Afghanistan menjadi pihak yang melindungi Osama bin Laden didekat tempat Situs Judi Slot Online Terpercaya.

Setelah sebulan peristiwa itu terjadi, Amerika melancarkan serangan udara atas Afghanistan untuk menyerang Taliban dan al-Qaeda. Dan kemudian sejak 2001 AS-Afgan terus berlanjut hingga saat ini. 2 bulan kemudian Amerika dibantu dengan para sekutu militernya menggempur Taliban sehingga rezim itu jatuh dan para pengikutnya kabur ke Pakistan.

Jangan Lewatkan:

Presiden Joe Biden Disalahkan Atas Insiden Pengepungan Taliban

Namun Taliban tidak lenyap, mereka tetap kembali menebar pengaruh dan ada pula yang bersembunyi di gua-gua. Kelompok itu meraup jutaan dolar per tahun dari perdagangan narkotika, pertambangan, dan pungutan pajak. Hingga pada 2004 pemerintah baru Afghanistan yang merupakan dukungan dari Amerika memimpin. Namun radikal Taliban masih gencar untuk melancarkan serangan maut di Afghanistan.

Perang dingin ini benar-benar menelan banyak korban, baik korban militer dan sipil. Lebih dari 2.300 anggota militer AS tewas dan lebih dari 20.000 luka-luka. Begitu pula lebih dari 450 personel militer Inggris dan ratusan lainnya dari sejumlah negara menderita luka-luka.

Namun warga Afghanistan sendiri yang menanggung penderitaan paling banyak. Menurut sejumlah riset lebih dari 60.000 personel pasukan keamanan setempat tewas. Pada tahun 2009 PBB mencatat sudah lebih dari 111.000 korban jiwa warga sipil tewas dan menjadi korban dari perang dingin tersebut.